Xiaomi berhasil menjual 110 juta ponsel Redmi Note

ponsel redmi note

Xiaomi telah merilis ponsel Redmi Note sejak 2014, dan lineup tersebut telah populer di kalangan pelanggan sejak hari pertama. Sedemikian rupa sehingga hari ini produsen smartphone mengumumkan telah menjual 110 juta ponsel Redmi Note.

Redmi sekarang ini menjadi sebagai merek yang terpisah. Meskipun jelas ia masih berbagi sebagian besar R&D, manufaktur, dan rantai pasokannya dengan Xiaomi. Kami baru saja melihat debut Redmi Note 9 Pro dan Redmi Note 9 Pro Max, yang tentunya akan membantu meningkatkan jumlahnya. Sebagaimana dikutip dari GSM Arena (13 Maret 2020)

Selama acara itu, kami juga diingatkan tentang beberapa tonggak sejarah dari garis Redmi Note. Redmi Note 4G adalah smartphone India Pertama di bawah INR10,000, sedangkan Redmi Note 4 terlaris di India dalam tiga dari empat kuartal 2017. Redmi Note 5 adalah jajaran penjualan tertinggi di India pada tahun 2018. Sementara keluarga Redmi Note 7 mengambil mahkota untuk 2019, berkat kamera 48 MP dengan harga yang sangat terjangkau.

Xiaomi Mengumumkan keberhasilan penjualan ponsel Redmi Note

Di Indonesia, sejak awal kehadirannya, Xiaomi memang langsung menjadi idola di pasar smartphone. Keberanian menawarkan harga yang rendah dengan kualitas tinggi menjadi alasan atas keberhasilannya.

Ya, tidak dipungkiri bahwa Xiaomi kemudian menjadi raksasa produsen smartphone asal China yang mampu meruntuhkan dominasi Samsung dan iPhone pada waktu itu.

Laporan jumlah penjualan ponsel Redmi Note yang mencapai 110 juta unit jelas bukan hal yang tabu. Karena kita semua tau bahwa, produk smartphone canggih dengan harga terjangkau adalah impian semua orang.

Kualitas ponsel besutan Xiaomi

Xiaomi selalu mampu membuat sebuah gebrakan, baik dikelas bawah maupun menengah keatas. Faktanya, banyak smartphone ini yang menguasai pasar tersebut. Sebelum kemudian Samsung juga turun ke pasar yang sama dengan mengandalkan kualitas kamera dan sedikit mengarah pada kemampuan gaming.

Tapi, pengumuman ini mungkin bisa menjadi bumerang. Karena mungkin ini akan memicu pergerakan dari perusahaan lain untuk membuat produk kualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Add Comment